Sebuah Kekecewaan dan Harapan



SUNGGUH saya kaget dan merasa tidak yakin karena fakta telanjang telah terjadi di hadapan mata ‘Pertemuan Prabowo-Jokowi’ di kediaman orang tua Prabowo, almarhum Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Saya yakin apa yang saya rasakan juga menjadi kegusaran dan kekecewaan jutaan rakyat Indonesia yang menjadi pendukung Prabowo.

Dua hari sebelumnya saya bersama Rachmawati Soekarnoputeri masih bertemu Prabowo di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, setelah tiga jam sebelumnya bertemu Aburizal Bakrie di Bakrie Tower. Kami masih bicara tentang Demokrasi dan Sumber Daya Alam Indonesia yang saat ini tidak lagi dikelola sesuai ruh Pancasila dan UUD 45 pasal 33.

Namun Pertemuan Prabowo-Jokowi seolah mementahkan sekaligus mematahkan isi pembicaraan kami selaku pendukung ide dan tujuan Capres Prabowo di dalam visi-misinya. Tapi itulah politik, kadang dan kerap terjadi di luar perkiraan. Karena itu saya hukul yakin sosok Rachmawati selaku pejuang sejati dan juga anak biologis dan ideologis Bung Karno tidak akan pernah pudar selagi hayat dikandung badan. Apalgi Front Pelopor dan Progress 98 akan tetap dan senantiasa bersama. Begitu juga dari hati saya yang paling dalam yakin Prabowo tidak akan berubah idealismenya dan tidak akan pernah bisa terbeli dan dibeli oleh siapapun. Saya yakin dan harus kita yakinkan bahwa Prabowo tidak boleh masuk dalam pusaran politik ‘transaksional’ karena hal tersebut akan bertentangan dengan Sapta Marga Prajurit TNI dan Prabowo pernah menjadi tauladan di dalam kesatuannya.

Saya yakin Prabowo akan tetap menjadi petarung sejati dan apa yang diucapkannya ketika bertemu Jokowi merupakan kalimat seorang Negarawan yang tetap akan konsisten dengan fungsi check and balances system. Sebab jika tidak, maka akan pupuslah harapan kita untuk kesejahteraan dan keadilan Indonesia. Prabowo tidak boleh membiarkan bangsa ini menjadi budak di negerinya sendiri. Karena itu Mr. Prabowo berilah kami tauladan tetang arti idealisme dan nasionalisme!

Razman Arif Nasution
(mantan kuasa hukum Koalisi Merah Putih)

*sumber: beritaKMP.com

http://www.lesprivatkasiva.com/

0 Response to "Sebuah Kekecewaan dan Harapan"

Posting Komentar