Majalah TEMPO Edisi 20 Oktober 2014 dengan Headline "Kerja, Kerja, Kerja!" menyambut Pelantikan Presiden Terpilih Joko Widodo.
Dalam Deskripsi di-email yang masuk ke pkspiyungan@yahoo.co.id TEMPO menyatakan:
Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden 2014-2019. Banyak hal menghadang. Ada persoalan warisan pemerintah sebelumnya, juga parlemen yang dikuasai koalisi pro Prabowo Subianto yang siap mengganjal.
Kalimat deskripsi ini seolah menyatakan kalau nanti Pemerintahan Jokowi-JK gagal maka penyebabnya adalah karena: (1) Warisan masalah SBY, dan (2) Koalisi Merah Putih yang menguasai parlemen yang akan menjegal Jokowi-JK.
TEMPO edisi yang terbit bersamaan dengan pelantikan Jokowi-JK ini seperti pagar yang membentengi Jokowi-JK dari kesalahan.
Kita jadi teringat dengan Manifesto Jurnalisme TEMPO edisi perdana 6 Maret 1971:
“… Azas djurnalisme kami oleh sebab itu bukanlah azas djurnalisme politik, jang memihak satu golongan. Kami pertjaja bahwa kebadjikan, djuga ketidak-badjikan, tidak mendjadi monopoli satu fihak. Kami pertjaja bahwa tugas pers bukanlah menjebarkan prasangka, djustru melenjapkannja, bukan membenihkah kebentjian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian. Djurnalisme madjalah ini karena itu bukanlah djurnalisme untuk memaki atau mentjibirkan bibir; djuga tidak dimaksudkan untuk mendjilat atau menghamba. Jang memberinja komando bukanlah kekuasaan atau uang, tetapi niat baik, sikap adil dan akal sehat.”— (Pengantar Redaksi, Nomor Perkenalan Majalah TEMPO, 1971)
Semoga TEMPO kembali ke khittah jurnalisme independen sebagai Pilar ke-4 Demokrasi.


0 Response to "Kalau Nanti Jokowi Gagal Sebagai Presiden, Kata TEMPO 2 Hal Ini Penyebabnya"
Posting Komentar