Pelantikan Jokowi tanggal 20 Oktober 2014 rencananya dihadiri beberapa kepala negara dan kepala pemerintahan dari luar negeri. Salah seorang kepala pemerintahan yang telah hadir adalah PM Australia, Tony Abbot.
Kedatangan PM Tony Abbot ke Indonesia, Jum'at 17 Oktober 2014 sekaligus dimanfaatkan oleh Jokowi untuk melakukan wawancara perdana dengan media Australia.
Wawancara tersebut menunjukkan, kedua negara selama ini memiliki kepentingan bersama yang saling tumpang tindih.
Kepada Fairfax, Jokowi menjanjikan sebuah pendekatan serius mengenai persoalan kedaulatan negara yang menguntungkan keduabelah pihak.
Jokowi menunjukkan bahwa Presiden Indonesia mendatang, Jokowi telah berjanji pada PM Tony Abbot untuk mengadakan pendekatan secara khusus untuk mengatasi permasalahan kedaulatan kedua negara.
Dalam pertemuan itu, Jokowi menegur keras kebijakan Tony Abbot dan menjelaskan bahwa Indonesia tak dapat sertamerta menerima kehadiran Angkatan Laut Australia memasuki perairan Indonesia tanpa diundang ketika memulangkan perahu-perahu pencari suaka.
Jokowi menguraikan rencana untuk memperkuat ikatan kedua negara, termasuk di bidang militer dan intelijen, tapi Jokowi berulang kali memperingatkan Abbot, bahwa dia akan "lebih kuat" mempersoalkan kedaulatan negara, bahkan lebih kuat daripada lawannya saat pilpres, Jendral Prabowo Subianto.
"Kami akan beri peringatan keras. Ini (masuknya AL Australia secara diam-diam ke perairan Indonesia) tak dapat diterima," ujar Jokowi dalam wawancara ekslusif dengan Fairfax Media.
"Kami memiliki hukum internasional, kalian harus menghormati hukum internasional," tegas Jokowi. (fs)
Kedatangan PM Tony Abbot ke Indonesia, Jum'at 17 Oktober 2014 sekaligus dimanfaatkan oleh Jokowi untuk melakukan wawancara perdana dengan media Australia.
Wawancara tersebut menunjukkan, kedua negara selama ini memiliki kepentingan bersama yang saling tumpang tindih.
Kepada Fairfax, Jokowi menjanjikan sebuah pendekatan serius mengenai persoalan kedaulatan negara yang menguntungkan keduabelah pihak.
Jokowi menunjukkan bahwa Presiden Indonesia mendatang, Jokowi telah berjanji pada PM Tony Abbot untuk mengadakan pendekatan secara khusus untuk mengatasi permasalahan kedaulatan kedua negara.
Dalam pertemuan itu, Jokowi menegur keras kebijakan Tony Abbot dan menjelaskan bahwa Indonesia tak dapat sertamerta menerima kehadiran Angkatan Laut Australia memasuki perairan Indonesia tanpa diundang ketika memulangkan perahu-perahu pencari suaka.
Jokowi menguraikan rencana untuk memperkuat ikatan kedua negara, termasuk di bidang militer dan intelijen, tapi Jokowi berulang kali memperingatkan Abbot, bahwa dia akan "lebih kuat" mempersoalkan kedaulatan negara, bahkan lebih kuat daripada lawannya saat pilpres, Jendral Prabowo Subianto.
"Kami akan beri peringatan keras. Ini (masuknya AL Australia secara diam-diam ke perairan Indonesia) tak dapat diterima," ujar Jokowi dalam wawancara ekslusif dengan Fairfax Media.
"Kami memiliki hukum internasional, kalian harus menghormati hukum internasional," tegas Jokowi. (fs)


0 Response to "Jokowi : Saya Lebih Kuat Daripada Prabowo!"
Posting Komentar