Dalam pertemuannya dengan PM Australia Tony Abbot dan Fairfax, media Australia yang secara ekslusif mewawancarai mantan gubernur Jakarta, Jum'at 17 Oktober 2014, Jokowi menegaskan beberapa hal terkait hubungan Australia dan negara-negara Asia, terutama Tiongkok.
Jokowi mengatakan ia akan membangun kembali hubungan keamanan yang rusak dalam serangkaian kesalahpahaman bilateral yang terjadi sejak Abbott berkuasa.
Jokowi mengatakan, pertama-tama ia akan mendukung terobosan baru kerjasama keamanan yang menguntungkan kedua belah pihak, tak hanya ke Australia, tapi juga untuk Indonesia, termasuk memerangi terorisme.
Mendukung Australia, Jokowi menjanjikan, Indonesia akan kembali ke tradisi lama, mengambil peran aktif sebagai pemimpin negara-negara di Asia Tenggara yang sangat majemuk, termasuk membantu menengahi permasalahan teritorial dengan Tiongkok yang semakin memanas.
"Dua pertiga dari Indonesia adalah laut, air, di Laut Cina Selatan Saya pikir Indonesia bisa bertindak sebagai penengah yang jujur," kata Jokowi. (fs)
Jokowi mengatakan ia akan membangun kembali hubungan keamanan yang rusak dalam serangkaian kesalahpahaman bilateral yang terjadi sejak Abbott berkuasa.
Jokowi mengatakan, pertama-tama ia akan mendukung terobosan baru kerjasama keamanan yang menguntungkan kedua belah pihak, tak hanya ke Australia, tapi juga untuk Indonesia, termasuk memerangi terorisme.
Mendukung Australia, Jokowi menjanjikan, Indonesia akan kembali ke tradisi lama, mengambil peran aktif sebagai pemimpin negara-negara di Asia Tenggara yang sangat majemuk, termasuk membantu menengahi permasalahan teritorial dengan Tiongkok yang semakin memanas.
"Dua pertiga dari Indonesia adalah laut, air, di Laut Cina Selatan Saya pikir Indonesia bisa bertindak sebagai penengah yang jujur," kata Jokowi. (fs)


0 Response to "Jokowi : Indonesia Akan Jadi Mediator Konflik Dengan Tiongkok"
Posting Komentar